Marketing Review / service / Telco
Detail Top

FACE-ing MEDIA

7 April 2010. Posted By valentino simanjuntak

Hari hari belakangan ini dalam semua media tidak akan pernah lepas dari berita yang terkait dengan Kasus Mafia hukum yang mengerucut menjadi Mafia pajak dengan aktor utama Gayus Tambunan (GT). Walau sampai dengan saat ini GT belum memberikan statement resmi apapun berkaitan dengan kasusnya kepada publik, namun pemberitaannya sungguh luar biasa dan cenderung berlebihan. Yang menarik adalah selain GT terdapat, satu sosok juga yang selalu ada di dalam pemberitaan dan beliau ini bahkan harus selalu memberikan statement.

Adalah Bpk Irjen Edward Aritonang selalu Kepala Divisi Humas Polri yang  harus menghadapi pertanyaan-pertanyaan terkait masalah ini walaupun sebenarnya tugas beliau juga lebih luas dari seputar kasus mafia pajak ini. Setiap saat di televisi kita bisa melihat wajah beliau, kadang pagi, siang, malam, bahkan dinihari baik, dengan pakaian kepolisian maupun tidak. Terkadang sebagai pemirsa, sering juga terlintas di benak saya kapan Beliau ini tidur, berkumpul dengan keluarga, beribadah dll. Tapi yang pasti setiap kata yang terucap dari beliau bukan mencerminkan dirinya saja namun lebih dari itu, karena menjadi cerminan “image” dari Kepolisian. Tentu bukan hanya perlu menguasai kasus posisi dan perkembangan kasus yang terjadi untuk bisa memberikan image yang baik, melainkan juga cara beliau mengkomunikasikan isi informasi yang disampaikan.

Jika saya perhatikan dalam beberapa “penampilan” beliau di televisi, pesan yang disampaikan sangat jelas, tegas dan tidak terkesan menutup-nutupi fakta yang ada sehingga saya yang mengikuti perkembangan inipun dapat dengan mudah mengerti perkembangan yang ada.

 Dalam menghadapi pertanyaan-pertanyaan media khususnya televisi ada metode yang dapat digunakan yang disebut metode F A C E.

  1.F = Feelings,

Ketika acara duka cita di rumah Alm Gus Dur, seorang reporter salah satu televisi swasta ada yang menyampaikan laporannya tetap dengan senyuman gembira khasnya, yang tentunya membuat pemirsa melihat adanya ketidaksesuain antara pesan yang disampaikan dengan Perasaan Pembicara (reporter) yang menyampaikan. Pastikan saat kita hendak berkomunikasi sesuaikan pesan dengan Feelings yang disampaikan.

 

2.A=Analysis

Banyak saat ini yang ingin tampil memberikan keterangan di televisi namun analisa yang dilakukan didasarkan pada asumsi. Asumsi bukanlah fakta, pastikan bahwa apa yang hendak anda katakan berdasarkan fakta sehingga ketika diadakan cross examination dapat dibuktikan, kecuali di acara infotainment tentunya

 

3.C=Compelling Cs (Crisis Conflicts Crimes, etc)

Klasifikasikan masuk ke dalam kategori manakah Pesan yang ingin disampaikan, dan di media serta segmen apa. Dengan mengetahui kategori, dan segmen media kita dapat menyampaikan pesan yang sama dengan cara yang berbeda sesuai dengan kategoriasi dan segmentasi yang telah dilakukan. Kasus Gayus Tambunan tidak akan sama cara memaparkannya di acara Apa Kabar Indonesia dengan di acara Bukan Empat Mata.

 

4.Energy

Energy harus selalu kita tampilkan saat kita menyampaikan pesan, yang dapat menyentuh Hati pemirsa sehingga terjalin hubungan emosional walaupun antara pemirsa dan pembicara tidak saling mengenal. Energi bisa didapat dari “Passion” dan Antusiasme.

Tentu bukan hanya tugas Bpk Edward Aritonang yang perlu untuk memberikan pesan kepada masyarakat, namun juga seluruh jajaran POLRI khususnya Humas POLRI.

 

Begitu juga kita marketeers, ketika kita dihadapkan situasi untuk memberikan informasi kepada media, kita bisa katakan i’ll FACE it. Ingat bahwa What u said determined your image.

 

Valentino Simanjuntak

Sport&business Presenter

Communication Facilitator MIM

Pro :

vs

Contra :

vs

Manufacture : -

Price : -


halfblankblankblankblank
Tags: media communication  
Submit Comment Bookmark and Share
Detail Bottom
Arrow 26 Aug 2010 From Andi yuktipada
kadang-kadang kita content yg kita omongin bener tp context nya salah....eh media massa nangkep nya salah kadang context content nya bener...masih aja mereka publish nya salah dipelintir kah? kontroversi = rejeki , buat oknum

Divider
Arrow 7 May 2010 From Mio Fitrananto Perdani
yap memang benar,,menghadapi media merupakan hal yang paling berat karena jika sampai sampai salah omong,,bisa-bisa bermasalah kayak kasus cicak vs buaya,,

Divider
New Marketeers
Arrow Islamic Banking and Conventional Banking: Competitio ..
Arrow Marketing to Women
Arrow Converting Customer Service Into Sales
Arrow Grow wiith Character
New Marketeers
Arrow Lecture of the Decade: Redefining Marketing to the World
Arrow Anak Muda Bandung Paling Sering Upload Foto di Facebook
Arrow Kedigdayaan Media Cetak
Arrow Anak Muda Ingin Jadi Artis, Ingin Terkenal dan Eksis




Arrow 1 Sep 2010
TEMAN IBADAH, REKAN IBADAH UMAT MUSLIM DI I.. Posted by
Arrow 31 Aug 2010
Praktek Marketing 3.0 ala FIF Posted by
Arrow 31 Aug 2010
Toyota FT-EV II, The New Wave Caring Concep.. Posted by
Arrow 26 Aug 2010
The Expendables Posted by Tadeo Jones
Arrow 23 Aug 2010
Packaging Unik Album Musik Posted by irul
Arrow 23 Aug 2010
ABUBA Steak Posted by Jeremiah Talula
 <   << 
1 | 2  | 3  | 4  | 5  | 6  ...
 >   >> 



Arrow Product Categories
telco . consumer banking . home appliance . automotive . electronic gadget . music & entertainment .

Arrow Service Categories
telco . consumer banking . home appliance . automotive . electronic gadget . music & entertainment .

Arrow Campaign Categories
telco . consumer banking . home appliance . automotive . electronic gadget . music & entertainment .

  • Facebook
  • @Twitter