Marketing Review / service / Home Appliance
Detail Top

Maaf Dalam Secangkir Es Krim

28 January 2010. Posted By Nawang Wulan

Saya percaya, di ibukota bisnis boga bukan semata mengandalkan rasa yang prima atau pun kuantitas hidangan yang tersaji. Sejak konsumen menjelma menjadi venus, experience agaknya menjadi salah satu pertimbangan utama dalam memilih tempat bersantap. Tak heran jika Starbucks teramat jarang sepi pengunjung dan J.Co kerap diluberi penikmat kuliner yang mencari kenikmatan bercengkrama seraya berselancar.

 

Santap siang saya bersama seorang teman, tepat sepekan lalu, sebenarnya tidaklah teramat istimewa. Mangkok Putih, bukan sebuah resto fine dining. Sajian hidangan oriental, banyak ditawarkan di mal besar macam fX. Tetapi, pengalaman siang itu tentang sebuah layanan yang dihantarkan sungguh menyisakan kesan dalam memori saya.

 

Karena niatan tulisan ini ditorehkan bukan untuk mengulas kelelezatan sajian, maka saya tidak akan berpanjang-panjang tentang apa yang saya makan. Usai menghabisi porsi makan siang yang cukup mengenyangkan, rekan saya memesan satu porsi tambahan untuk take away. Sambil menunggu tagihan dikalkulasi,manajer resto menghampiri kami dan membuka perbincangan. Dengan keramahan, ia memintai pendapat kami mengenai santapan kami siang itu: baik dari sisi taste maupun koreksi yang diinginkan. Karena kami bukan manusia penuh basa-basi, dengan lancar bertutur seadanya.

 

Ketika bill akhirnya sampai ditangan kami, seorang waiter menghampiri dan menyatakan permohonan maaf karena harga minuman yang kami pesan ternyata memiliki perbedaan antara data yang terekam di komputer kasir dengan display. Usut punya usut, selisih harga dua ribu rupiah lebih mahal pada komputer kasir. Seperti biasa, harga yang berlaku tentu saja harga pada komputer dengan alasan update dari pusat. Kami sendiri sebetulnya tidak terlalu memerhatikan harga minuman *ehm* karena pada saat itu konsentrasi kami lebih pada side dish yang menggoda. Tetapi, dengan dukungan sepenuhnya dari YLKI *kalau mereka tahu*, tentu saja kami berhak protes.


Complain kami ternyata ditanggapi manis oleh manajer resto dengan tawaran berupa es krim sebagai penutup. Dan dalam hitungan menit meluncurlah dua porsi es krim coklat dan vanilla bertabur whipped cream plus oreo yang lezat... Yang sudah pasti harganya lebih dari dua ribu rupiah dari selisih harga tadi.


Kesadaran bahwa word of mouth adalah jalur sakti menjatuhkan dan menaikkan popularitas (yang berarti laris atau tidaknya sebuah produk/layanan), agaknya dipahami penuh oleh mereka dengan permohonan maaf terlebih dahulu dan "sogokan manis" berupa es krim. Alih-alih merasa tertipu dan kapok makan di Mangkok Putih lagi, bisa jadi kami justru akan memilih resto ini lagi jika kelaparan di fX.


Hal yang sama, pernah saya alami di masa kejayaan McDonalds. Kebijakan penggantian soft drink yang tumpah dengan porsi yang sama, meski kesalahan dilakukan oleh konsumen sendiri, menjadi salah satu alasan kenapa saya lebih memilih resto cepat saji itu. Demikian pula, kesukaan saya terhadap layanan di BMK dan Platinum memaafkan rasa makanan yang barangkali buat sebagian orang terlalu standar. Sebaliknya, keengganan bersantap di Solaria betapa pun murah dan lumayan enak rasanya, tak lebih karena pengalaman buruk menghadapi layanan yang jauh dari memuaskan di restoran keluarga itu. Barangkali, itu juga yang menyebabkan gerai Red Crispy di kawasan Depok tak bertahan lama. Meski rasanya cukup menjanjikan, kelambanan dalam merespon pengiriman pesanan membuat pelanggan dengan senang hati menyingkir.


Anda bagaimana?

Pro :

Kesadaran untuk memberikan layanan yang terbaik pada pelanggan, dan menyadari bahwa nama baik adalah hal yang sangat berharga, sebelum tersebar ke publik pihak resto terlebih dulu menyampaikan permohonan maaf pada pelanggan sehingga pelanggan tidak merasa dirugikan.

Contra :

Ada baiknya resto melakukan pengecekan keseragaman harga

Manufacture : Mangkok Putih - FX

Price : starts from IDr 12500


halfblankblankblankblank
Tags: food  costumer satisfaction  service  
Submit Comment Bookmark and Share
Detail Bottom
Arrow 19 Feb 2010 From Azmi Kabi
make them as our friend... isn't? (saya akur dgn mas Kemal, Erlangga, mas Apep Kurniyadi & most of you all)... friendship relation make us happier than just being a customer relation... trik jitu untuk yg baru buka usaha juga nii kayaknya... heheehe....

Divider
Arrow 4 Feb 2010 From Muslimin Beta
Ini nih kesukaan anak saya: ICE CREAM. Ide ini menarik dipraktekkan manakala saya melakukan kesalahan kepada anak, tinggal membawakan secangkir Ice Cream dan mengucap kata "Maaf".

Divider
Arrow 4 Feb 2010 From Kemal
dalam bisnis kuliner product quality memang jadi pertimbangan utama, sedang kan service quality juga tidak kalah pentingnya karena inilah yang akan memberi experential moment pada konsumen...beruntung sekali Anda mendapatkan pelayanan mengesankan disana, btw salah satu resto yang Anda sebutkan buruk layanannya juga prnah saya rasakan..wahh sepertinya resto itu tidak paham dengan service quality

Divider
Arrow 2 Feb 2010 From Erlangga Negara
Tipe setiap orang berbeda2 ada yang suka dengan permohonan maaf saja sudah cukup, ada yang permohonan maaf tetapi dengan mengharap sedikit imbalan (ganti rugi). Dalam kasus ini tindakan yang dilakukan oleh pihak restoran sudah baik mereka tidak mengharapkan short term customer melainkan long term customer, artinya apupun harus di hadapi saat itu juga yang penting pengunjung tau keadaan sebenernya tanpa harus di tutup-tutupi dengan harapan pelanggan tidak kecewa jika nantinya ada yang berbeda. Kalau dari pihak saya sendiri terkadang saya jarang banget memperhatikan harga sebenernya dengan harga yang ada di bill karena kadang2 saya suka terlena dengan barang atau makanan yang saya makan, jika saya rasa makanan itu enak dan saya puas saya tidak permasalahkan hal itu tapi jika tidak enak dan tidak puas maka saya suka ngomong masalah ini ke temen2 saya..

Divider
Arrow 1 Feb 2010 From Apep Kurniyadi
terkadang yang namanya puas saja tidak cukup, tetapi harus puas yang bisa menembus 'ubun-ubun' ekspektasi konsumen.. juga harus penting !

Divider
Arrow 1 Feb 2010 From Cendra Hadikusuma Citra
Banyak perusahaan yang memang berkomitmen atas hal ini. Salah satu alasannya adalah karena kekuatan word of mouth yang sangat kuat, dalam menaikkan reputasi, dan juga (sangat bisa) menjatuhkan. Salah satu perusahaan yang berkomitmen dengan hal ini adalah Wendy's, rekan saya terpeleset, minuman dan french fries yang dibawanya tumpah, dan segera setelah rekan saya duduk di meja, hidangan pengganti pun tiba di meja, dengan menu yang sama for free. Saya setuju juga Pak Suwito juga, belum tentu bila kita sudah dikecewakan lantas kita tidak kembali ke tempat itu. Tapi apa yang perusahaan-perusahaan tersebut lakukan sudah tepat dalam menjaga reputasi mereka. The power of word of mouth.

Divider
Arrow 1 Feb 2010 From Charly Buchari
quality first then service, it will promote itself!

Divider
Arrow 31 Jan 2010 From jerry
gak usah balik lagi mas.. ngapain, emang cuma solaria aja tempat makan..:) hehehe *provokator..

Divider
Arrow 31 Jan 2010 From Senjaya Irawan
Saya & keluarga punya pengalaman di Solaria, suatu hari mampir dan memesan makanan & minuman yg ada di menu, tunggu punya tunggu pesanan kami tdk muncul2 dan orang2 yg datang belakangan pesanannya malah sdh tersaji... Setelah kami tanyakan ternyata pesanan kudu DIBAYAR DIMUKA, padahal kami tdk tahu aturan tsb... Apakah kami akan kembali lagi ?

Divider
Arrow 30 Jan 2010 From andi amirudin nugraha
sebuah tindakan yang memang sudah ter set-up dalam visi dan misi perusahaan"guest satisfaction"dimana.penerapan visi dan misi perusahaan tersebut berjalan dengan baik dari level manajer ke level craft.manajer nya mengerti bahwa tamu membayar tidak hanya sebatas produk nya saja tapi keseluruhan(service,environment dan produknya).tapi PR nya adalah "how to"menjaga customer yang bersifat newest customer,repeater customer,dan loyalty customer.

Divider
New Marketeers
Arrow Islamic Banking and Conventional Banking: Competitio ..
Arrow Marketing to Women
Arrow Converting Customer Service Into Sales
Arrow Grow wiith Character
New Marketeers
Arrow Lecture of the Decade: Redefining Marketing to the World
Arrow Anak Muda Bandung Paling Sering Upload Foto di Facebook
Arrow Kedigdayaan Media Cetak
Arrow Anak Muda Ingin Jadi Artis, Ingin Terkenal dan Eksis




Arrow 23 Aug 2010
ABUBA Steak Posted by Jeremiah Talula
Arrow 28 Jan 2010
Maaf Dalam Secangkir Es Krim Posted by Nawang Wulan
Arrow 18 Jan 2010
Service Package RUMAH SEHAT untuk Pasien ya.. Posted by Administrator
Arrow 28 Dec 2009
Pelayanan iBox Posted by Ilka Djajakusuma
Arrow 7 Dec 2009
Garuda Indonesia Airlines Posted by fikri



Arrow Product Categories
telco . consumer banking . home appliance . automotive . electronic gadget . music & entertainment .

Arrow Service Categories
telco . consumer banking . home appliance . automotive . electronic gadget . music & entertainment .

Arrow Campaign Categories
telco . consumer banking . home appliance . automotive . electronic gadget . music & entertainment .

  • Facebook
  • @Twitter