Baru berumur 1 tahun, Tokopedia.com telah menjadi salah satu online marketplace dengan tingkat pertumbuhan paling pesat di Indonesia. Dalam waktu 10 bulan beroperasi, total transaksi yang terjadi menggunakan fitur escrow account Tokopedia mencapai Rp 3,56 miliar. Sementara untuk jumlah member aktif terdaftar lebih dari 37 ribu anggota, dan terdapat 3.900 toko online aktif yang menjajakan lebih dari 71.000 jenis barang dagangan.
MarketeersChat mencoba mengorek rahasia “the rising star in Indonesia e-commerce industry” dari Co-Founder Tokopedia, William Tanuwijaya. William adalah seseorang yang benar-benar berakar di komunitas online. Sejak tahun 2005 menjadi moderator komunitas online kafegaul dan sampai dengan tahun 2009 menjadi administrator kafegaul.
Marketeers : Apakah Tokopedia itu ? dan apa istimewanya dibandingkan online store lainnya ?
William Tanuwijaya (WT):Tokopedia adalah mall online tempat bertemunya para penjual dan pembeli dan memungkinkan terjadinya transaksi online yang lebih aman dan nyaman. Kalau kebanyakan media jual-beli-online di Indonesia selama ini menggunakan model iklan baris / classified ads lewat forum online, blog, hingga Social Networking Sites; Tokopedia justru menggunakan model online marketplace dimana transaksi terjadi langsung di situs (ala eBay / amazon). Dengan model ini, selain bisa membuka dan mengelola toko online dengan lebih mudah, juga memungkinkan pengalaman belanja online yang lebih aman.
Chandra Iman: Tempat membuat toko online dengan biaya Rp. 0,- dengan metode pembayaran yang secure, menguntungkan kedua belah pihak :)
Marketeers: @Chandra Iman: Benar, dengan konsep online marketplace, dari sisi penjual tidak perlu lagi mengeluarkan banyak biaya untuk memulai sebuah toko online. Sementara dari sisi pembeli tidak perlu khawatir lagi akan kasus penipuan, telah melakukan pembayaran tetapi tidak menerima barang. Sebenarnya model online marketplace ini berjalan sangat baik di luar negeri, hanya saja di Indonesia kita sudah sangat terbiasa dengan konsep iklan baris.
Marketeers: Pertanyaan berikutnya adalah: Melihat jumlah member yang sedemikian banyak, bagaimana anda memasarkan Tokopedia ? apakah rahasianya ?
WT: Cara kami memasarkan Tokopedia antara lain melibatkan komunitas, mencari exposure gratis yang tidak murahan dan pintar-pintar manfaatkan momentum.
Strategi kami melibatkan komunitas:
Pada 6 Feb 2009, PT Tokopedia resmi berdiri dan mendapatkan pemodalan. Tetapi waktu itu masih kesulitan mencari pegawai, mungkin karena Indonesia belum banyak success story untuk startup di industri web. Oleh karena itu kami banyak memanfaatkan komunitas forum online untuk mempercepat proses development. Misalnya, begitu ada draft desain logo, user interface, maupun fitur yang akan dikembangkan, selalu kami lempar ke komunitas. Feedback yang kami dapatkan justru sangat positif, dan objektif.
Tanpa disadari, sebenarnya telah terjadi conversation di komunitas forum online. Hype tentang akan adanya situs e-commerce ala Tokopedia telah dibangun bahkan sebelum produknya bisa diakses oleh umum. Hal itu yang memungkinkan hanya dalam waktu sekitar 6 bulan, pada 17 Agustus 2009, akhirnya tokopedia.com telah bisa diakses oleh umum. Dan berkat emotional connection yang terjadi lewat para beta tester dari komunitas tersebut, saat launching, Tokopedia telah memiliki 70 toko online yang aktif.
Kekuatan komunitas itu luar biasa, bahkan dua employee pertama kami, saya kenal dari komunitas, satu dari komunitas game, dan satu lagi dari komunitas forum online.
Marketeers: Bagaimana dengan strategi eksposure gratis yang tidak murahan ?
WT : @Marketeers tentang exposure gratis yang tidak murahan, saat masih dalam tahap pengembangan, secara nekat kami menyertakan Tokopedia ke 2 perlombaan, Indonesia ICT Award 2009 dan Bubu Awards v06, niatnya sih pingin eksis saja di mata para juri, ternyata tidak disangka di INAICTA malah jadi nominator, dan dapat booth gratis untuk promosi Tokopedia di JHCC. Untuk Bubu Awards v06 malah jadi juara. Keberhasilan menjadi pemenang ini membawa hikmah karena para pemenang diumumkan di media cetak KOMPAS, dan portal berita internet Detik dan Kompas.
Ini tentunya bikin orang-orang jadi penasaran.
Marketeers: Bagaimana dengan "memanfaatkan momentum ?”
WT: @Marketeers tentang memanfaatkan momentum:
Tokopedia launching pada hari kemerdekaan Indonesia, saat itu gerakan Indonesia Unite sangat kuat di komunitas internet Indonesia. Tokopedia pun mengajak para seller berpartisipasi dengan berjualan kaos ”Kami Tidak Takut”. Hasilnya, para seller dengan segala kreatifitas membuat berbagai desain bahkan ada yang glow in the dark; dan hanya butuh 12 menit dari waktu launching, tokopedia telah mendapatkan order valid pertama.
Setelah itu, Tokopedia tidak henti-hentinya memanfaatkan momentum yang sedang hangat di pasar Indonesia; misalnya ketika acara sulap sedang marak di layar televisi kita, Tokopedia memberikan exposure lebih kepada para seller sulap. Ini terus berlanjut ke event Chinese New Year & Valentine yang jatuh pada hari yang sama. Tokopedia pun melahirkan campaign "Make It Special" yang terus dipertahankan hingga World Cup di bulan ini.
MarketeersChat bersama William Tanuwijaya selengkapnya dapat dibaca di www.the-marketeers.com, dimana narasumber MarketeersChat menjawab banyak pertanyaan dari komunitas kami seputar aspek strategi pemasaran toko online.