This text will be replaced. Streaming solutions by Primcast - Shoutcast hosting, Flash Streaming
Marketeers, Sunday,November 23 2014

Message

Leaders Without Titles

August 28 2012 | By Marketeers
Oleh Hermawan Kartajaya, CEO dan Founder MarkPlus

Selama Bulan Ramadhan lalu, Chief Operation (C ) Bayu Asmara, Head of Knowledge Management Development (KMD) Ardhi Ridwansyah, dan Head of Industry Husin Wijaya dari MarkPlus Institute of Marketing (MIM) melakukan safari Ramadhan.

Mereka bertiga berkeliling di hampir seluruh kota di mana MarkPlus berada, yang sekarang sudah berjumlah 16 kantor dan tersebar di seluruh Indonesia. Tujuan mereka adalah men-share cara bagaimana menjadi Pemimpin Tanpa Gelar atau Posisi!

Saya mulai tertarik pada bahan ini setelah mendengarkan penulis buku "Leaders without Titles" ketika mengikuti acara FBI selama seminggu, selaku Penasehat Ahli Kapolri di San Antonio mulai 5 Mei 2012 hingga 10 Mei 2012. Waktu itu, Stephen J. Sampson diminta para Alumni FBI LEEDA (Leadership Executive Education Development Association) untuk menceritakan topik yang sudah banyak dipakai oleh Polisi di Amerika Serikat.

Kenapa? Ya, karena Polisi dari atas sampai bawah harus jadi pemimpin di masyarakat, apapun gelar atau posisi mereka. Polisi tidak hanya bisa jadi petugas Law Enforcement, yang mengandalkan kekuasaan atau wewenang yang mereka miliki. Jumlah Polisi tidak akan pernah cukup untuk selalu mengawasi secara aktif.  Tapi justru dengan menjadi Polisi Pemimpin Masyarakat, tanpa mengandalkan posisi dan gelar, maka dia akan bisa melakukan pengawasan lebih efektif.

Begitu kembali ke Jakarta, saya segera minta pada MIM untuk segera mempersiapkan Paket Pelatihan "Leaders without Titles" bagi korporasi. Apa alasannya? Karena situasi di perusahaan  sama.

Seperti apa? Simak video berikut ini:


Marketeers

Editorial team of Marketeers Media Fleet (media unit of MarkPlus, Inc). Follow our Twitter @the_marketeers

View Profile

Multimedia

marketeers quote of the day

"Sales harus bisa memosisikan diri sejajar dengan konsumennya. Kalau rasa minder masih besar, tentu akan sulit"

-Djonnie Rahmat, Presdir PT Mabua Harley Davidson-